Tinggal

Rumah, sebuah gagasan ruang fisik sekaligus abstrak. Ruang yang sering dilihat secara reflektif, romantis, melankolis dan sarat akan imaji personal akan masa lalu, juga yang akan datang. Rumah lebih sering berada di masa lampau atau bayangan masa depan yang ideal. Rumah impian atau idaman.

Pameran ini membuat kita melihat kembali peristiwa peristiwa, bersama dengan ingatan juga kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan dan hubungannya dengan saat sekarang. Anton bukan seorang yang merasa nyaman dan puas dengan yang dialami dan diyakininya. Dengan kritis dan sesekali brutal ia menantang persepsi kita tentang sebuah gagasan dan ingatan lalu menghadapkannya pada kenyataan sekarang yang tidak selalu damai dan menentramkan.

Anton memotret dan menampilkan benda dengan penuh kesederhanaan tanpa terlalu banyak akrobatik visual, ia lebih tertarik dengan kompleksitas isi lapisan citra visual maupun object. Kehadiran benda dan ruang yang ditawarkan karya-karya dalam pameran ini berusaha meluaskan diskusi kita tentang relasi generasi, edukasi dan ideologi. Rumah, dalam pameran ini menjadi lapisan awal yang dengan sangat efektif telah digunakan untuk memulai kita berpikir kembali tentang banyak hal seperti kedekatan, identitas, kepercayaan, transformasi, ajaran hingga konflik.

Dunia ruang dan benda yang ditangkap sangat akrab, semua dari kita bisa dengan mudah menghubungkannya ke kenyataan kita masing-masing. Tanpa usaha keras kita sangat bisa melihat diri kita dengan lebih tajam dan imajinatif di karyanya. Karya-karya yang dihadirkan berasal dari posisi dan peran, bagaimana seseorang menangkap sekeliling, menginterprerasi ulang dan mengkritisi dunianya. Begitu personal sekaligus sosial.

 

Jakarta, 2016

Ade Darmawan